Jumat, 24 Mei 2024

Minggu, 30 Oktober 2022 11:46

PATBM, Ujung Tombak Pemenuhan Hak Dan Perlindungan Khusus Anak

E-mail Cetak PDF


PEKANBARU – Mendorong peran aktif masyarakat dalam dunia perlindungan anak, Dinas P3AP2KB Provinsi Riau menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kota Pekanbaru Tahun 2022 selama dua hari mulai dari tanggal 26 hingga 27 Oktober. Kegiatan yang dilaksanakan terpusat di Hotel Grand Zuri Pekanbaru ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Hj Fariza  pada hari Rabu (26/10/2022).


“Lahirnya kebijakan pemerintah membentuk PATBM ditingkat Desa dan Kelurahan ini diharapkan mampu menciptakan keluarga yang sayang anak, RT dan RW atau lingkungan yang peduli anak sehingga tercipta kelurahan dan desa layak anak”, ujar Hj Fariza dalam sambutannya.


Hal tersebut disampaikan Kadis P3AP2KB Provinsi Riau mengingat sebagai sebuah jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat terkecil yang bekerja secara terkoordinir dan mandiri, peran aktivis PATBM ini sangat strategis dalam membantu pemerintah, karena dengan kerja efektifnya mampu membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perlikau yang memberikan perlindungan kepada anak.


“Karena sumber daya manusia yang berkualitas tidak dapat lahir secara alamiah, apabila anak dibiarkan tumbuh dan berkembang tanpa perlindungan maka mereka dikhawatirkan menjadi beban pembangunan karena akan menjadi generasi yang lemah, tidak produktif dan tidak kreatif”, pungkasnya.


Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu, mulai dari bapak Budi Mardaya selaku Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA RI, Kompol Edi Munawar selaku Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Riau, Tengku Vivi Pratiwi selaku Tenaga Psikolog UPT PPA Provinsi Riau, serta Matridi Umar selaku Fasilitator PATBM Provinsi Riau dari Yayasan Intan Payung.


“Peserta pada kegiatan ini berjumlah tiga puluh orang yang terdiri dari empat orang perwakilan dari Dinas P3APM Kota Pekanbaru sebagai penanggungjawab program perlindungan anak, serta dua puluh enam orang dari unsur aktivis PATBM di enam belas Kelurahan di Kota Pekanbaru”, ungkap Kepala Bidang Kelembagaan Tumbuh Kembang dan Pemenuhan Hak Anak, Sri Gemala Melayu, saat membacakan laporan panitia.

 

Image title

Image title

Sumber : Bidang KTKPHA