Jumat, 24 Mei 2024

Rabu, 29 Juli 2020 17:27

Serahkan Bantuan Spesifik Bagi Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19, Gubri Ajak Ibu dan Anak Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

E-mail Cetak PDF

 

PEKANBARU – Bertempat di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah Provinsi Riau, Gubernur Riau H Syamsuar menyerahkan Bantuan Spesifik Bagi Perempuan dan Anak yang bersumber dari Dana Dekonsentrasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Tahun Anggaran 2020, Rabu (29/07/2020).


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau, Hj Tengku Hidayati Effiza dalam penjelasannya mengatakan bahwa bantuan spesifik ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap perempuan dan anak yang juga termasuk kelompok rentan terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Bantuan yang dialokasikan Kementerian PPPA RI untuk Provinsi Riau berjumlah total 950 paket yang terdiri dari 100 paket untuk balita, 350 paket untuk anak remaja, 400 paket untuk perempuan dewasa dan 100 paket untuk perempuan lansia di 10 Kabupaten Kota.


“Adapun isi paket bantuan spesifik tersebut disesuaikan dengan kelompok usianya yang mencakup tidak hanya pemenuhan gizi dan nutrisi namun juga perlindungan fisik seperti susu, biskuit, multi vitamin, popok bayi, pembalut remaja, sabun antiseptik, masker dan lain sebagainya,” ungkap Kadis P3AP2KB Provinsi Riau menerangkan.

 


Gubernur Riau (Gubri) dalam sambutannya mengapresiasi langkah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam memperhatikan kebutuhan bagi kaum ibu dan anak. “Bantuan yang diserahkan ini berbeda dari yang sebelumnya pernah diserahkan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Kota, semoga apa yang diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dapat membantu beban saudara-saudara kita yang terdampak covid-19, dan saya juga mengajak kita bersama senantiasa berdoa agar wabah ini segera berakhir,” ujar Gubri.


Pandemi Covid-19 bagi orang nomor satu di pemerintahan bumi lancang kuning ini tidak hanya menjadi bencana bagi Riau saja namun juga telah meluas di seluruh daerah di Indonesia dan penjuru belahan dunia. Kesadaran seluruh elemen bangsa untuk turut serta mencegah penyebaran tentu sangat diharapkan karena pemerintah tidak akan mampu berjuang sendiri bila masyarakatnya abai dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.


“Dalam perjalanan kami menangani Covid belum pernah sampai seratus dan sekarang sudah lebih dari seratus, karena itu kita tidak boleh lengah dan tidak boleh menganggap ini sepele, artinya sekarang ini walau pemerintah memberikan keleluasaan orang untuk berjualan, berusaha dan bekerja tapi protokol kesehatan tidak boleh diabaikan,” harapnya mengakhiri. (TMC-DP3AP2KBRIAU)