Jumat, 24 Mei 2024

Rabu, 30 Juni 2021 08:56

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA STUNTING, GUBERNUR RIAU TEKANKAN PENTINGNYA PEMBANGUNAN KELUARGA

E-mail Cetak PDF


PEKANBARU [DP3AP2KB] – Dengan mengusung tema “Keluarga Keren Cegah Stunting”, Pemerintah Provinsi Riau melaksanakan Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-28 Tahun 2021 Tingkat Provinsi Riau di Balai Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau, Selasa (29/06/2021).

Kegiatan yang dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi, Ketua dan Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi, OPD Pemprov Riau, dan perwakilan organisasi/lembaga terkait ini diikuti Pemerintah Kabupaten/Kota secara virtual.

“Pelaksanaan Hari Keluarga Nasional tahun ini kita laksanakan dengan sederhana mengingat Negara kita masih dilanda pandemi Covid-19,” buka Gubernur Riau, Syamsuar dalam sambutannya.

Gubernur Riau berharap meski ditengah keterbatasan tersebut yang terpenting dalam pelaksanaannya banyak hikmah yang dapat diambil untuk melakukan pembenahan, minimal dimulai dari diri sendiri dan keluarga agar tetap berfikir positif dan tentunya harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang dapat memberikan manfaat langsung pada keluarga dan masyarakat, terutama dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Riau.

Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 24 bulan.

“Dalam penanganan stunting, keluarga merupakan komponen utama yang sangat berperan dalam pencegahan maupun penanggulangannya, hal ini disebabkan karena masalah gizi dan sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga, yaitu praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan,” ungkap Gubernur Riau.

Pembangunan keluarga dimulai dari rencana berkeluarga yang baik dengan beberapa program seperti program Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang menitik beratkan pada penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja meliputi pendewasaan usia perkawinan.

“Saya mengingkatkan juga dalam rangka pelayanan kontrasepsi tidak boleh terputus ditengah-tengah masyarakat, khususnya bagi pasangan usia subur yang ingin mengatur jarak kehamilannya atau memang sudah tidak ingin anak lagi dikarenakan faktor usia,” harap Gubernur.

Hal ini disampaikan Gubernur karena dimasa pandemi Covid-19 ada kekhawatiran terhadap penurunan jumlah peserta KB yang berpotensi meningkatkan laju pertumbuhan penduduk.

Untuk menurunkan angka stunting di Provinsi Riau, Tim Penggerak PKK Provinsi Riau bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Dunia Usaha melaksanakan Gerakan Penurunan Stunting yang pencanangannya dilaksanakan pada tanggal 23 Juni yang lalu.

Image title

Image title

Image title

Image title

Sumber : Tim Media Center DP3AP2KB Provinsi Riau
Photographer : Rizky Kurniawan, SE
Penulis : Rizky Kurniawan, SE
Editor : Tetty Nurdianti, SE
Publish : Muhammad Syafri, S.Kom