Sabtu, 18 Mei 2024

Jumat, 18 Maret 2022 11:54

Terima Pengaduan Masyarakat, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau Langsung Kunjungi Anak Korban KDRT Di Siak

E-mail Cetak PDF

PEKANBARU [DP3AP2KB] – Menerima pengaduan masyarakat terkait anak korban KDRT, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau Hj Fariza, SH, MH turun langsung melakukan penjangkauan ke Kabupaten Siak, Rabu (16/03/2022).

Kunjungan kerja Hj Fariza ini didampingi Sekretaris Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Kepala UPT PPA Provinsi Riau beserta Tim, dan Dinas PPPA Kabupaten Siak beserta Tim UPT PPA.

Kasus pembunuhan isteri (30 tahun) oleh suami (38 tahun) ini menjadi atensi Dinas P3AP2KB Provinsi Riau karena terjadi didepan anaknya yang masih berusia lima tahun.

Dari keterangan keluarga, kasus ini bermula dari pertengkaran sepasang suami isteri karena faktor kecemburuan. Sang suami mencurigai bahwa ada seorang lelaki pelanggan rumah makan mereka yang sering belanja di warungnya, dan korban (isteri) kerap melayani pelanggan tersebut.

Dalam kondisi emosi tak terkontrol sang suami sangat marah dan seketika membacok leher korban yang pada saat itu baru pulang dari wirid pengajian dengan menggunakan celurit. Anak perempuan korban berusia lima tahun yang melihat kejadian tersebut langsung berlari ketempat neneknya yang tinggal tidak begitu jauh dari lokasi kejadian.

Tak berselang lama dan dalam keadaan celurit masih tertancap di leher, korban berlari menuju ibunya. Nahas bagi korban, karena terlalu banyak mengeluarkan darah si ibu mudapun meninggal sesaat sampai dipangkuan ibunya.

Kejadian ini sontak mendapat perhatian warga sekitar yang langsung melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian, dan setelah sempat lari dari rumah pasca melakukan aksinya, pelaku (suaminya) ditemukan warga dan pihak kepolisian dalam kondisi gantung diri diarea perkebunan sawit keesokan harinya.

Menurut tim UPT PPA Provinsi Riau, kondisi anak saat ini perlu mendapatkan pemeriksaan psikologi untuk pemulihan, karena hingga saat ini bocah cantik yang dalam kesehariannya dikenal periang ini masih sering bertanya kapan ibunya akan pulang dan sempat menangis serta memanggil-manggil sang ibu dalam tidurnya.

“Ini tentu akan menjadi atensi kita semua, dan bagaimana upaya pemenuhan hak sang anak akan difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Siak”, ujar Hj Fariza.

Kepala DP3AP2KB Provinsi Riau juga memberi penguatan kepada keluarga agar tabah menghadapi cobaan dan musibah ini, seraya tetap memantau dan selalu melindungi anak-anak yang sudah menjadi yatim piatu ini. Tim UPT juga diarahkan untuk memberikan edukasi terhadap keluarga yang ditinggalkan terutama kepada sang nenek yang akan mendapat tanggung jawab baru dalam hal mengasuh anak.

“Jika ada masalah terhadap pemenuhan hak anak ini kedepannya agar bisa menghubungi Dinas PPPA Kabupaten Siak atau langsung ke Dinas P3AP2KB Provinsi Riau melalui Hotline UPT PPA Provinsi Riau”, urai Hj Fariza yang juga memberi sedikit bantuan untuk keluarga yang ditinggalkan.

Dari pihak keluarga berharap agar bocah lima tahun tersebut bisa dipulihkan psikologisnya, dan anak kedua korban yang saat ini sedang menuntut ilmu di Provinsi Aceh bersama keluarga ayahnya agar setelah tamat SD bisa kembali ke Siak. Selain itu sang Nenek juga meminta pihak dinas selalu berkunjung dan memantau perkembangan anak-anak serta membantu biaya pendidikan.

Image title

Sumber : UPT PPA Dinas P3AP2KB Provinsi Riau